Soal Internet di Cina, Kampanye Larangan Tautan Ilegal hingga Mengenai Pendapatan Periklanan

Admin CPG, Jakarta – Komisi Urusan Intenet Pusat Cina telah memulai kampanye nasional selama dua bulan untuk melarang tautan ilegal dari sumber eksternal di berbagai media sosial dan platform online. Dikutip dari Xinhua, kampanye ini bertujuan untuk menargetkan pengguna media sosial yang membuat posting tautan ilegal dari luar platform nama pengguna, foto profil, atau halaman akun.

Kampanye ini juga ditujukan kepada individu yang membagikan tautan ilegal di kolom komentar. Tautan ilegal yang menjadi fokus kampanye ini termasuk konten pornografi dan informasi palsu yang disebarkan melalui obrolan WeChat atau melalui Moments, fitur di WeChat yang memungkinkan pengguna untuk membagikan gambar dan tulisan.

Komisi akan melakukan pemeriksaan terhadap tautan ilegal di platform live streaming, situs kencan, layanan peta, peramban web, dan platform e-commerce dengan tujuan menindak  tautan-tautan ilegal yang memanipulasi pengguna untuk mengakses konten pornografi, layanan seksual, penipuan, perjudian.

Periklanan Internet di Cina

Pendapatan sektor periklanan Internet di Cina melonjak 33,4 persen secara tahunan menjadi 719,06 miliar yuan (1 yuan setara Rp2.237) atau sekitar 101,19 miliar dolar Amerika (1 dolar setara Rp16.202) pada 2023 dengan bisnis yang sangat terkonsentrasi di kota-kota besar, menurut sebuah survei.

Iklan

Jumlah entitas bisnis besar yang menyediakan layanan iklan mencapai 17.000 pada tahun lalu, dengan pendapatan kotornya mencapai lebih dari 1,31 triliun yuan, naik 17,5 persen (yoy), menurut sebuah survei dari Administrasi Negara untuk Regulasi Pasar (State Administration for Market Regulation/SAMR), badan regulator pasar utama China.

Meningkatnya pendapatan sektor periklanan Internet menunjukkan vitalitas pasar konsumsi dan keyakinan para investor korporat, laporan survei tersebut. Survei juga menunjukkan, sektor periklanan Internet, di antara semua bentuk penerbitan iklan, mengalami pertumbuhan yang kuat, mencakup 82,4 persen dari bisnis penerbitan iklan. Di kota metropolitan Beijing, Shanghai, Hangzhou, Shenzhen, dan Guangzhou menjadi lima pusat periklanan di Cina. Kelima kota itu menyumbang 74 persen dari pendapatan iklan bruto di negara itu.

Pilihan Editor:¬†Menlu Selandia Baru Sebut Hubungan dengan Cina “Rumit”