Fakta Letusan Terbaru Gunung Ruang yang Disebut Memecahkan Rekor Setengah Abad

Admin CPG, Jakarta – Erupsi Gunung Ruang di Sulawesi Utara pada Rabu, 17 April 2024, diklaim sebagai letusan gunung api terdahsyat di Indonesia selama setengah abad terakhir. Pola letusannya bahkan terpantau oleh alat citra satelit, karena ada lebih dari 200 juta meter kubik magma dense-rock-equivalent (DRE) yang disemburkan ke udara.

Direktur The Ekliptika Institute, Ma’rufin Sudibyo, menyebut ukuran erupsi terakhir itu sangat besar karena magma DRE terdiri dari batuan padat. Magma tersebut kaya akan gas dan viskositasnya rendah, sehingga mudah mengalir lalu meledak.

“Tipe erupsinya plinian, bertenaga dengan dorongan gas vulkanik yang kuat, serta magma sangat kental. Maka material letusan bisa terdorong sangat tinggi ke atas,” kata Ma’rufin saat dihubungi Admin CPG, Ahad, 21 April 2024.

Kolom abu yang tercipta akibat letusan Gunung Ruang, menurut Ma’rufin, menembus lapisan stratosfer dan membentuk struktur awan yang khas. Dia memperkirakan semburan abu menyundul ketinggian 20 kilometer dari permukaan laut (Kmdpl).

“Gas SO2 yang dilepaskan juga sangat banyak, mencapai 500 ribu ton,” kata Ma’rufin. Dia menegaskan bahwa data itu didapat dari analisis berbasis citra satelit GEMS.

Melampaui Rekor Erupsi Gunung Merapi dan Gunung Kelud

Klaim Ma’rufin ihwal rekor letusan Gunung Ruang tadi bukan sekedar perkiraan. Dia sudah meninjau rekam jejak dan riwayat letusan gunung api yang ada di Indonesia. Letusan Gunung Merapi pada 2010 dan Gunung Kelud pada 2014 oun kalah oleh erupsi Gunung Ruang kali ini, dari sisi pola dan jumlah magma DRE.

“Hanya letusan Gunung Galunggung (1983-1984) yang melampauinya dengan 400 juta meter kubik magma DRE yang disemburkan,” ucap Ma’rufin yang juga Wakil Sekretaris Lembaga Falakiyah, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Dahsyatnya erupsi gunung api di Kabupaten Sitaro itu dihitung berdasarkan banyak faktor. Insiden terbaru Gunung Ruang masuk dalam kategori letusan berskala 4 VEI alias Volcanic Explosivity Index yang memiliki dapur magma yang dalam. Kandungan Silikon Dioksida (SiO2) pada gunung aktif itu juga tinggi.

Iklan

“Magmanya kental dan lebih banyak menyekap gas vulkanik,” tutur dia.

Ma’rufin membandingkan erupsi Gunung Ruang dengan letusan Merapi 14 tahun silam. Ada alasan di balik kecepatan aktivitas Gunung Ruang. Dalam hitungan jam, status Gunung Ruang naik dari level terbawah hingga akhirnya Level Awas.

“Sementara Gunung Merapi tidak? Mungkin diatrema dari dapur magma ke gunung tidak sepenuhnya tertutup, karena sisa letusan Gunung Ruang pada 2002 lalu,” ucap Ma’rufin. Diatrema yang dimaksud merupakan pipa vulkanik berisi breksi yang terbentuk setelah ledakan bergas.

Komposisi batuan Gunung Ruang yang khas juga menambah kemungkinan adanya kantong magma tambahan di dasar gunung pada kedalaman yang dangkal. Kondisi ini memicu peningkatan erupsi lebih cepat ke Level IV atau awas.

“Kantong magma tambahan itu memungkinkan memasok magma lebih mudah,” kata dia.

Soal karakter, Ma’rufin meneruskan, Gunung Ruang mirip dengan Gunung Kelud dan Gunung Tonga. Gunung-gunung ini memiliki kantong magma dangkal, sehingga mempercepat semburan erupsi ke puncak gunung. Keberadaannya di tengah laut turut memicu masuknya air ke saluran magma dalam jumlah besar. Proses itu memicu uap.

Pilihan Editor: Beradu dengan TikTok Shop, YouTube Perkuat Fitur Layanan Belanja